KH. Marsudi Syuhud Soroti Pentingnya Organisasi yang Kuat, Pelantikan MWC NU Kebon Jeruk Jadi Momentum Penguatan Umat

Lk
By -
0

JAKARTA BARAT – Pelantikan dan Musyawarah Kerja (Musker) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kebon Jeruk yang digelar di Hotel Mega Anggrek, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (11/4/2026), menegaskan pentingnya penguatan organisasi sebagai kunci menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Sorotan utama dalam kegiatan ini tertuju pada tausiyah KH. Marsudi Syuhud, MA, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang memberikan pesan strategis terkait arah gerak organisasi keagamaan di tengah dinamika sosial.

KH. Marsudi Syuhud: Organisasi Harus Berdaya dan Memberi Manfaat Nyata

Dalam tausiyahnya, KH. Marsudi Syuhud menekankan bahwa keberadaan organisasi seperti NU harus mampu memberikan dampak nyata, bukan sekadar eksistensi struktural.

“Organisasi harus menjadi tempat memberi manfaat, baik secara moral maupun material, agar meninggalkan jejak kebaikan bagi generasi berikutnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan organisasi dengan membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan.

“Pengurus harus memiliki ‘rumah stempel’, agar organisasi berjalan terus, tidak berhenti di satu periode. Harus ada kesinambungan dan istiqomah,” ujarnya.

Menurutnya, pengurus NU harus memiliki semangat memberi dan pengabdian, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, maupun materi, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial keumatan.

Kelola Konflik, Perkuat Persatuan

KH. Marsudi juga mengingatkan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal yang tidak terhindarkan. Namun, konflik harus dikelola dengan bijak dan diarahkan pada kebaikan.

“Dalam organisasi pasti ada konflik. Jangan takut, tetapi arahkan emosi itu untuk kebaikan dan kebenaran,” pesannya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta membangun budaya organisasi yang sehat dan produktif.

Pelantikan dan Musker Perkuat Arah Organisasi

Kegiatan pelantikan MWC NU Kebon Jeruk periode 2026–2031 berlangsung khidmat, diawali dengan kirab bendera Merah Putih dan Pataka NU, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran PC NU Jakarta Barat, Ketua Lazisnu, Sekretaris Camat Kebon Jeruk Iswandi, Ketua MUI Kebon Jeruk, serta berbagai badan otonom NU seperti IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat, dan Banser.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kebon Jeruk, H. Muhammad Amru Zuhri, menegaskan komitmennya menjadikan NU sebagai “rumah besar” yang solutif bagi masyarakat.

“NU harus hadir bukan hanya sebagai identitas, tetapi sebagai solusi bagi persoalan umat,” ujarnya.

Musker: Rumuskan Program Strategis

Musyawarah Kerja yang digelar pada siang hingga sore hari membahas arah program organisasi melalui tiga komisi, yakni keorganisasian, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.

Forum ini menjadi langkah strategis dalam menerjemahkan visi organisasi menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penutup: NU sebagai Pilar Kekuatan Sosial

Dengan pesan kuat dari KH. Marsudi Syuhud, pelantikan dan Musker ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum konsolidasi untuk memperkuat peran NU sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang berdaya, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi umat.

Acara ditutup dengan doa, ramah tamah, serta sesi foto bersama, dan berlangsung dengan lancar hingga pukul 17.00 WIB. (Yansen) 

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)